Artikel Bloger Medan.....

Rabu, 27 Juni 2012

Fenomena Cyberbullying Facebook Pelajar Yogya



Pengguna facebook di Indonesia diperkirakan mencapai 65 juta orang. Tidak sedikit pelajar SMP hingga SMA yang memiliki akun jejaring sosial ini. Padahal penggunaan Facebook di kalangan pelajar rentan terhadap kekerasan dalam dunia maya atau cyberbullying.

Cyberbullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak melalui media siber atau internet. Tindakan cyberbullying merupakan aksi ketika pelaku bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim dan  memuat materi yang dapat merusak kredibilitas, menghina, dan menyerang kehidupan sosial lainnya lewat internet.

“Nah, di Indonesia, khususnya di Yogyakarta ini, tindakan cyberbullying ternyata seperti fenomena gunung es. Banyak kejadian cyberbullying, namun korbannya enggan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat
kepolisian,” kata Imam Zamroni selaku Peneliti dari Pusat Studi Islam,
Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Maraknya cyberbullying yang terjadi pada kalangan pelajar di Yogyakarta ini terjadi karena orangtua dan guru Bimbingan Konseling tidak mengetahui cara menggunakan Facebook. Bahkan, mereka yang seharusnya bertindak sebagai pengawas terkadang tidak mempunyai akun Facebook.

“Di sisi lain, siswanya justru telah memiliki akun Facebook dan juga mungkin handphone yang jauh lebih canggih dari guru BK itu sendiri. Ini fakta yang ada di lapangan,” ujar dia di sela-sela sosialisasi "Facebook-an Sehat dan Tolak Kekerasan" di hadapan pelajar SMK I Kasihan Bantul, Yogyakarta, Rabu, 27 Juni 2012.

Korban cyberbullying di Yogyakarta lebih banyak menimpa pelajar perempuan. Sayangnya, pelajar putri ini enggan melapor kepada orangtuanya atau guru pembimbing konseling di sekolah.

Selama ini, kasus cyberbullying yang masuk ke ranah penyidik adalah jika terjadi kekerasan secara fisik menimpa pengguna Facebook atau orangtua yang melapor ke polisi bahwa anaknya telah dibawa lari teman Facebook-nya.

“Sementara pada kasus bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim, mem-posting materi yang dapat merusak kredibilitas,  menghina, dan serangan sosial lainnya lewat internet, sama sekali luput dari jeratan hukum,” tambahnya.

Polisi sendiri dalam kasus cyberbullying ini tidak dapat berbuat apa-apa apabila korban tidak melapor. Meski polisi mempunyai penyidik cybercrime, namun jarang yang menangani kekerasan melalui dunia maya.

“Kita mungkin tahu polisi menangani kasus cyberbullying hanya karena membaca koran atau membaca berita melalui media online," kata Imam. Namun diluar kejadian yang ditangani polisi sangat banyak. Sayangnya, pihak aparat kepolisian dalam hal penanganan cyberbullying ini juga sangat tertutup sehingga data pasti penanganan pelajar yang tersangkut cyberbullying di Yogya  sangat minim.

Peneliti lain dari PSI UII Yogyakarta, ML Fauzi menjelaskan, sosialisasi kepada pelajar digelar di delapan Kabupaten-Kota di Jawa Tengah. Lokasi  meliputi, Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyarta, Kabupaten Klaten, Magelang, dan Purworejo di Jawa Tengah.

Pada lokasi ini ditemukan fenomena yang sama, cyberbullying sebagai fenomena gunung es. Kondisi ini harus segera ditangani agar para pelajar ini dapat menggunakan Facebook secara sehat.

Seharusnya pelajar dapat menggunakan FB untuk saling tukar ilmu pengetahuan, mempromosikan sekolahnya masing-masing. Namun justru terkadang menjadi ajang untuk saling menghina antar sekolah. "Mem-posting gambar yang tidak senonoh yang pada akhirnya bisa memicu tawuran antar pelajar,” kata Fauzi. (umi)


sumber : vivanews.com

ARTIKEL TERKAIT



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda Tentang Artikel Diatas. TERIMA KASIH....

Followers

Total Tayangan Laman

SEO Stats powered by MyPagerank.Net Adsense Indonesia Bloger Medan - Find me on Bloggers.com bloggersumut.net
 

Anak Medan. Copyright 2012 All Rights Reserved Free Wordpress Templates by Brian Gardner Blogger Templates presents HD TV Fringe Streaming. Featured on Wedding Photographers Singapore.