Artikel Bloger Medan.....

Minggu, 08 Juli 2012

Bagaimana Kunang-Kunang Dapat Bercahaya?



Saat kita berjalan di sekitar kebun atau semak yang gelap pada malam hari, terkadang kita melihat cahaya berpendar kuning atau hijau seperti lampu melayang-layang di atas tanah. Saat kita dekati, ternyata cahaya itu berasal dari hewan sejenis serangga dari kelompok kumbang. Itulah kunang-kunang .


Kunang-kunang termasuk dalam keluarga kumbang dari ordo Coleoptera. Mereka dapat ditemui di tempat-tempat lembab, seperti rawa-rawa dan daerah yang dipenuhi pepohonan. Di daerah lembab seperti itulah kunang-kunang menemukan banyak sumber makanan untuk larva. Di dunia ini, terdapat lebih dari 2000 spesies kunang-kunang.

Terlihat oleh kita, cahaya kunang-kunang layaknya kerlipan lampu kecil yang biasa-biasa saja. Namun penelitian mengungkap, ternyata ini adalah sebuah komunikasi dengan irama kerlipan tertentu, menyerupai sandi Morse yang dipakai manusia dalam telegram. Kunang-kunang berkerlap-kerlip untuk menarik pasangannya. Kunang-kunang betina menggunakan kerlipannya untuk menarik kunang-kunang jantan. Setelah kawin, umumnya kunang-kunang betina akan berhenti berkerlip. Namun pada beberapa spesies, kunang-kunang betina akan tetap berkerlip untuk menarik jantan dari spesies lain.

Tapi kenapa ya, kunang-kunang mengeluarkan cahaya? Bagaimana mereka tahan dengan panas yang ditimbulkan oleh cahayanya?

Prof Barry Trimmer dari Tufts University, Massachusetts, menemukan rahasia cahaya kerlap-kerlip yang dihasilkan oleh kunang-kunang. Dalam penemuannya, ia menemukan nitrogen monoksida (NO) yang menjadi penghantar sinyal flash, sekaligus menjadi kunci mekanisme kerlap-kerlip cahaya kunang-kunang.

Dijelaskan bahwa kunang-kunang memiliki sel pemantul cahaya yang mengandung banyak senyawa luciferin. Senyawa ini bereaksi dengan adenosine triphosfat (ATP). Cahaya lalu dihasilkan oleh bagian tubuh yang bernama luciferin, bercampur dengan enzim yang disebut luciferase.

Dengan adanya luciferase, luciferin akan menjadi aktif, lalu bereaksi dengan Oksigen. Hasil reaksi ini adalah energi, yang lantas timbul sebagai cahaya dibantu oleh Nitrogen Oksida tadi. Reaksi berlangsung di dalam sel photocyte sehingga cahaya dapat terlihat. Sistem kerja syaraf akan mengatur perut kunang-kunang untuk mengeluarkan flash secara periodik dan teratur.

Nah, begitulah hingga akhirnya kunang-kunang dapat berkerlap-kerlip. Dan jika teman-teman melihat kunang-kunang yang sedang terbang, kunang-kunang tersebut pasti berjenis kelamin jantan. Mengapa begitu? Ya, karena hanya kunang-kunang jantan yang memiliki sayap, sementara para betina melekat di dedaunan dan tanah.


Sumber: http://pramesciara.blogspot.com/2011/08/bagaimana-kunang-kunang-dapat-bercahaya.html#ixzz1zxYgQbZI

ARTIKEL TERKAIT



0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda Tentang Artikel Diatas. TERIMA KASIH....

Followers

Total Tayangan Laman

SEO Stats powered by MyPagerank.Net Adsense Indonesia Bloger Medan - Find me on Bloggers.com bloggersumut.net
 

Anak Medan. Copyright 2012 All Rights Reserved Free Wordpress Templates by Brian Gardner Blogger Templates presents HD TV Fringe Streaming. Featured on Wedding Photographers Singapore.